Category Archives: berita

Indonesia Economy Outlook

Pada acara Gathering anggota Adminkom tanggal 13 Februari 2019 yang lalu, DPP Adminkom mengundang tim UOB untuk memberikan pandangan mengenai kondisi ekonomi Indonesia sebelum dan proyeksi sesudah pemilihan umum bulan april 2019 mendatang.

Penyaji adalah Bapak Enrico Tanuwidjaja - UOB Indonesia Economist - Senior VP Head Economics & Research Finance and Corporate Services.

Bapak Enrico menyampaikan beberapa hal terkait dengan kondisi ekonomi Makro Indonesia seperti digambarkan pada slide/gambar di bawah ini.

Materi Indonesian Economy Outlook 2019 dapat di unduh di  [enrico]-uobi-indonesia_economic_outlook-adminkom-jan19

secara umum, kondisi diharapkan kondisi politik yang stabil pasca pemilu bersama bulan april 2019 mendatang, akan mendukung perbaikan dan peningkatan ekonomi Indonesia, dan pembangunan Indonesia yang berkesinambungan untuk mencapai Indonesia yang mandiri.

Gambar Project-project strategis pemerintah 

Bapak Enrico juga menyampaikan informasi mengenai berkembangnya Digital Economy 2020 melalui pesatnya start-ups di area Finance Technology (fintech) di Indonesia.

gambar proyeksi perkembangan Digital Economy di Indonesia hingga tahun 2020

Diharapkan informasi ini memberikan wawasan serta pandangan baru terhadap perkembangan Ekonomi Indonesia sekarang dan pasca pemilu mendatang. [hku]

Gathering anggota ADMINKOM dengan Kalakhar Botasupal

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Adminkom periode tahun 2018 - 2023 mengadakan acara gathering anggota Adminkom dengan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Botasupal pada hari rabu tanggal 13 Februari 2019 di hotel Luminor, Jakarta Pusat.

Acara di isi dengan pemaparan dari Kalakhar Botasupal Bapak Irjen Polisi Drs. Sutanto SH terkait perkembangan di Botasupal dan BIN  serta peran aktif Botasupal dalam mensukseskan pemilihan umum (pemilu) mendatang dan terorisme di Indonesia.

Kalakhar Botasupal Bapak Irjen Polisi Drs. Sutanto SH menyampaikan pesan penting bagi seluruh anggota Adminkom terkait dengan situasi serta kondisi keamanan saat ini serta peran penting Botasupal dalam mensukseskan pemilu mendatang. Kalakhar Botasupa menyampaikan pesan kepada anggota Adminkom untuk berkontribusi positif pada pemilu mendatang, pemilu in berbeda dengan pemilu sebelumnya, dikarenakan dilaksanakan serentak untuk pemilu legislatif dan eksekutif (presiden).

Ketua Umum Adminkom, Bapak K. Teguh Santoso dalam kata sambutan pembukaan acara, menyampaikan perkenalan DPP Adminkom periode 2018-2023 serta memberikan update beberapa aktifitas kegiatan Adminkom seperti peluncuran web Adminkom yang baru sebagai wadah komunikasi serta informasi bagi seluruh anggota Adminkom dan umum. Disamping itu disampaikan kegiatan CSR ke beberapa panti asuhan.

foto bersama DPP Adminkom dengan Tim Botasupal

DPP Adminkom juga menyampaikan update teknologi terbaru yaitu 3D Printing dan Garment Textile Digital Printing yang dibawakan oleh Bapak Alhamd Alyasin dan Bapak Deny Leonardi.

Setelah paparan update teknologi, pihak UOB Indonesia menyampaikan Indonesia Economic Outlook 2019, banyak informasi terkait dengan perkembangan ekonomi di Indonesia sebelum dan proyeksi setelah pemilu bulan april 2019 nanti.

gbr6

Foto Bersama DPP Adminkom dengan Management UOB Indonesia

Semoga dengan adanya acara Gathering ini, akan terciptanya komunikasi yang baik antara Botasupal dengan anggota Adminkom dan bermanfaat untuk anggota Adminkom.  [hku]

Launching Website Adminkom

Pada hari Jumat, 5 Oktober 2018 dilakukan soft-launching official web site ADMINKOM (Asosiasi Distributor Resmi Mesin Photocopy Berwarna dan Mesin Multifungsi/Printer Berwarna).

Soft-launching web site adminkom ini adalah bagian dari proses rejuvenation web site adminkom sebelumnya yang sekaligus menandai estafet kepengurusan baru dewan pengurus adminkom Periode 2018-2023.

Hari Kurniawan dan Rita Helmita sebagai team penangungjawab peluncuran kembali official web site Adminkom memaparkan bahwa salah satu tujuan penting rejuvenation web site adminkom adalah bentuk komitmen berkelanjutan Pengurus Adminkom  untuk meningkatkan pelayanan ADMINKOM kepada anggota khususnya dan sekaligus memberikan infomasi terkait dengan peraturan/regulasi beserta perkembangan teknologi percetakan berwarna saat ini.

Dan diharapkan melalui Web site Adminkom yang terus akan disempurnakan isi dan tampilannya ini, informasi seputar ADMINKOM akan makin cepat dan menjangkau masyarakat yang lebih luas lagi baik secara khusus untuk mereka yang ingin mengembangkan usaha maupun secara umum yang ingin mengetahui perkembangan teknologi cetak berwarna.

Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Pemeriksaan Dan Pengawasan Tata Niaga Impor Setelah Melalui Kawasan Pabean Post Border

Untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan tata niaga impor setelah melalui kawasan pabean (post border) diperlukan adanya suatu mekanisme pemeriksaan yang lebih komprehensif, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia akan melakukan pemeriksaan dan pengawasan Tata Niaga Impor setelah melalui kawasan Pabean (atau yang biasa disebut Post Border).

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan dan berlaku surut sejak tanggal 19 Mei 2020, dan diharapkan seluruh anggota ADMINKOM memperhatikan hal-hal penting di dalam peraturan ini.

Peraturan Menteri Perdagangan ini mengatur tentang:

  • Barang adalah setiap benda, baik berwujud maupun tidak terwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, baik dapat dihabiskan maupun tidak bergerak, baik dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, dan dapat diperdagangkan, dipakai, digunakan, ayau dimanfaatkan oleh konsumen atau pelaku usaha. 
  • Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean
  • Importir adalah orang perseorangan atau lembaga atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum, yang melakukan Impor
  • Angka Pengenal Impor yang selanjutnya disingkat API adalah tanda pengenal sebagai importir
  • Nomor Induk Berusaha yang selanjutnya disingkat NIB adalah identitas Pelaku Usaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS setelah Pelaku Usaha melakukan Pendaftaran
  • Persetujuan Impor yang selanjutnya disingkat PI adalah persetujuan yang digunakan sebagai izin untuk melakukan impor Barang yang diberlakukan tata niaga Impor
  • Laporan Surveyor yang selanjutnya disingkat LS adalah dokumen tertulis yang merupakan hasil kegiatan verifikasi atau penelusuran teknis atas barang impor yang dilakukan oleh surveyor
  • INATRADE adalah sistem pelayanan terpadu perdagangan pada Kementerian Perdagangan yang dilakukan secara online melalui internet dalam portal http:/ /inatrade.kemendag.go.id.
  • Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission yang selanjutnya disingkat OSS adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/ wali kota kepada Pelaku Usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.
  • Lembaga Pengelola dan Penyelenggara OSS yang selanjutnya disebut Lembaga OSS adalah lembaga pemerintah non kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang koordinasi penanaman modal.
  • Terhadap Barang tertentu diberlakukan tata niaga Impor
  • Tata niaga Impor dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  • Pemberlakuan tata niaga Impor terhadap Barang tertentu dilaksanakan melalui kewajiban pemenuhan persyaratan Impor oleh Importir
  • Importir wajib mencantumkan dengan benar data persyaratan Impor dalam dokumen PIB
  •  Data persyaratan Impor terdiri dan nomor dan tanggal atas dokumen: a. PI; dan/atau b. LS.
  • Importir wajib mencantumkan jumlah atau volume Impor Barang dalam PIB dengan satuan ukuran sebagaimana tercantum dalam PI
  • Importir dilarang mengimpor Barang dengan jumlah atau volume yang melebihi jumlah atau volume yang tercantum dalam PI
  • Pemeriksaan kesesuaian dilakukan terhadap data PIB yang diterima melalui Indonesia National Single Window
  • Data PIB yang diterima diakses melalui sistem e-reporting yang dikelola oleh Pusat Data dan Sistem Informasi, Kementerian Perdagangan.
  • Pemeriksaan kesesuaian dilakukan terhadap data PIB yang diterima melalui Indonesia National Single Window.
  • Data PIB yang diterima diakses melalui sistem e-reporting yang dikelola oleh Pusat Data dan Sistem Informasi, Kementerian Perdagangan.
  • Data PIB terdiri atas:
    a. Nomor dan tanggal PI;
    b. Nomor dan tanggal LS; dan/atau
    c. jumlah atau volume Impor Barang
  • Terhadap data PIB dilakukan pemeriksaan kesesuaian dengan data perizinan tata niaga impor dalam INATRADE.
  • Sistem e-reporting yang dikelola oleh Pusat Data dan Sistem Informasi didukung oleh Surveyor
  • Dukungan pengelolaan sistem e-reporting dilakukan melalui pelaksanaan pengembangan sistem e-reporting.
  • Seluruh hasil pengembangan sistem e-reporting oleh Surveyor diserahkan kepada Kementerian Perdagangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
  • Pemeriksaan khusus berdasarkan hasil pemeriksaan dilakukan dalam hal Importir diduga:
    a. tidak memiliki PI;
    b. tidak memiliki LS; dan/atau
    c. barang yang diimpor melebihi jumlah atau volume yang tercantum dalam PI
  • Selain terhadap Importir pemeriksaan khusus dilakukan terhadap Importir yang telah ditetapkan sebagai Importir dengan klasifikasi risiko tertentu
  • Petunjuk teknis penyusunan dan klasifikasi risiko ditetapkan oleh Direktur Jenderal.
  • Pemeriksaan khusus dilaksanakan melalui pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran dokumen asli persyaratan Impor yang dimiliki oleh Importir.
  • Kewenangan Direktur Jenderal dilaksanakan oleh:
    a. Direktur untuk seluruh wilayah Indonesia; atau
    b. Kepala BPTN sesuai wilayah kerjanya
  • Pemeriksaan khusus dilaksanakan oleh:
    a. Petugas Pengawas;
    b. PPNS; dan/ atau
    c. Aparatur Sipil Negara lainnya yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal
  • Untuk menjamin tidak terjadi perubahan terhadap Barang dan/atau lokasi atau tempat Barang yang diduga merupakan hasil dari kegiatan Impor yang melanggar ketentuan tata niaga Impor, PPNS pelaksana pemeriksaan khusus dapat melakukan pengamanan Barang dan/atau lokasi atau tempat Barang ditemukan
  • Pengamanan dilakukan melalui pemasangan tertib niaga line dengan dibuatkan berita acara pemasangan tertib niaga line.
  • Pemutusan tertib niaga line hanya dapat dilakukan oleh PPNS dengan dibuatkan berita acara pemutusan tertib niaga line.
  • Bentuk tertib niaga line, format berita acara pemasangan tertib niaga line, dan berita acara pemutusan tertib niaga line sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan mengenai Pengawasan Kegiatan Perdagangan.
  • Dalam hal berdasarkan hasil pengawasan ditemukan Importir yang mencantumkan data persyaratan Impor dalam PIB secara tidak benar karena tidak memiliki kelengkapan dokumen persyaratan Impor, dikenai sanksi administratif berupa rekomendasi pencabutan API pada NIB oleh Direktur Jenderal kepada Lembaga OSS.
  • Dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan tata niaga Impor diluar Kawasan Pabean, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga melakukan verifikasi kepatuhan untuk menentukan klasifikasi resiko
  • Verifikasi kepatuhan dilakukan terhadap Importir yang melakukan Impor Barang yang diatur tata niaganya.

Anggota ADMINKOM diharapkan dapat memperhatikan serta membaca Regulasi Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Pemeriksaan Dan Pengawasan Tata Niaga Impor Setelah Melalui Kawasan Pabean (Post Border) dengan klik link ini

Sosialisasi Tata Niaga Impor di Post Border

Pada hari kamis, tanggal 25 Januari 2018, telah dilaksanakan Sosialisasi Tata Niaga Impor Post Border. Post Border artinya adalah pengawasan di luar area kepabeanan yang menjadi Tanggung-jawab Direktorat Jenderal Bea & Cukai. Pada intinya bertujuan mengurangi "dwelling time" dan meningkatkan iklim investasi. Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan.

Pada intinya seluruh aturan impor yang terkait Kementerian/Lembaga (K/L) akan disinkronkan dengan aturan Post Border ini, jadi ada komoditi yang masuk border dan masuk post border (pembagian berdasarkan kode HS). Komoditi yang masuk ke Adminkom adalah masuk kategori border, artinya tetap dalam pengawasan dari DJBC. Secara umum, tidak ada perubahan signifikan dalam tata niaga, importir harus tetap mengikuti perizinan/persyaratan izin yang sudah diatur dalam peraturan menteri perdagangan. Pengawasan yang sebelumnya di lakukan sepenuhnya oleh DJBC, sekarang akan dibagi menjadi Post Border oleh K/L dan Border oleh DJBC. untuk Post Border akan diberlakukan proses self-declaration melalui INATRADE (pelaporan dokumen2 impor spt PI, LS, PIB ke dalam sistem INATRADE).

Detil informasi bisa di akses di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri.